Badal Umroh Adalah? Hukum Badal Umroh dan 6 Persyaratan Pengerjaannya

Badal Umroh Adalah? Hukum Badal Umroh dan 6 Persyaratan Pengerjaannya

Apakah itu badal umroh? Berikut hukum dan enam persyaratan melakukan badal umroh.

Apa Itu Badal Umroh?

Sama dengan Badal Haji yang disebut beribadah yang sudah dilakukan seorang atas nama seseorang

yang telah wafat atau mungkin tidak sanggup pergi karena keadaan fisik.

Badal Umroh ialah mewakilkan atau gantikan penerapan umroh untuk seseorang.

Hukum badal haji ada pada sebuah Hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra,

“Seorang wanita dari bani Juhainah tiba ke Rasulullah menanyakan,

“Rasulullah! Ibuku pernah bernadzar ingin melakukan beribadah haji,

sampai beliau wafat walau sebenarnya ia belum melakukan beribadah haji itu, apa saya dapat menghajikannya?.

Rasulullah menjawab “Hajikanlah buatnya, jika ibumu punyai utang kamu harus melunasinya kan?

Bayarlah utang Allah, karena hak Allah lebih memiliki hak untuk disanggupi,” (H.R. Bukhari dan Nasa’i).

Beberapa fuqaha (pakar fiqih) pada umumnya memperkenankan menjalankan umroh untuk seseorang,

karena umroh sama seperti dengan haji bisa ada badal didalamnya.

Karena haji dan umroh sama beribadah tubuh dan harta.

Merilis Umroh.com, berikut perincian dan persyaratan melakukan badal umroh.

1. Tidak syah gantikan beribadah haji atau umroh orang yang fisiknya mampu lakukan beribadah tersebut.

Ulama sebelumnya, Ibnul Mundzir berbicara, “Beberapa ulama setuju jika siapakah yang punyai kewajiban menjalankan haji Islam

dan dia sanggup untuk pergi haji, jadi tidak syah bila lainnya menghajikan dianya.”

2. Badal umroh cuman untuk orang sakit yang tidak dapat diharap pulihnya,

atau untuk orang yang tidak sanggup secara fisik, atau untuk orang yang sudah wafat.

3. Membadalkan umroh tidak untuk orang yang tidak sanggup secara harta.

Karena hukum wajibnya berhaji atau umroh cuman untuk orang yang sanggup dari sisi keuangan.

Maka bila yang dibadalkan haji atau umrohnya itu miskin (tidak sanggup disaksikan dari hartanya), karena itu luruh kewajibannya.

Membadalkan umroh cuman untuk orang yang tidak sanggup secara fisik saja.

4. Orang yang membadalkan umroh harus yang sudah menjalankan umroh lebih dulu.

Begitu juga badal haji, jangan seorang membadalkan haji seseorang terkecuali dia sudah menjalankan haji yang wajib buat dianya.

Bila dia belum berhaji untuk diri kita tapi dia menghajikan seseorang, karena itu hajinya akan jatuh pada dirinya.

5. Wanita bisa membadalkan umroh pria, begitu juga kebalikannya.

Karena itu untuk anak wanita yang ingin membadalkan umroh ayahnya yang telah wafat, syah hukumnya.

Begitu juga anak lelaki yang membadalkan umroh ibunya yang telah wafat.

6. Jangan membadalkan umroh 2 orang ataupun lebih sekalian dalam sekali beribadah.

Hingga dalam 1x beribadah umroh, yang melakukan beribadah umroh cuman dapat membadalkan seseorang.

badal umroh artinya,biaya badal umroh,badal umroh,jasa badal umroh,badal umroh untuk orang yang sudah meninggal,badal umroh adalah,hukum badal umroh,umroh badal adalah,sertifikat badal umroh,umroh badal