Bangsa Indonesia adalah bangsa heterogen baik dilihat dari suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). Kenyataan menunjukkan bahwa bangsa yang homogen ternyata lebih maju dibandingkan dengan bangsa yang heterogen. Coba bandingkan bangsa Jepang (homogen) dengan bangsa Indonesia, India, Filipina yang heterogen. Diskusikan dengan temanmu mengapa hal ini bisa terjadi ?​

Bangsa Indonesia adalah bangsa heterogen baik dilihat dari suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). Kenyataan menunjukkan bahwa bangsa yang homogen ternyata lebih maju dibandingkan dengan bangsa yang heterogen. Coba bandingkan bangsa Jepang (homogen) dengan bangsa Indonesia, India, Filipina yang heterogen. Diskusikan dengan temanmu mengapa hal ini bisa terjadi ?​

Jawaban:

Perbandingan bangsa Jepang sebagai bangsa homogen dan bangsa Indonesia, India, serta Filipina sebagai bangsa heterogen adalah dapat dilihat dari segi budaya, bahwa bangsa Jepang hanya memiliki sedikit budaya yang dianut karena masyarakatnya hampir 98% adalah masyarakat asli Jepang, sistem agama yang dianut masyarakatnya adalah Shintoisme. Sedangkan di Indonesia yang merupakan bngsa heterogen memiliki budaya yang banyak karena banyaknya suku bangsa dan ras yang memiliki budayanya sendiri, agama yang dianut juga bermacam macam ada islam, Kristen, hindu, budda, Kong Hu Cu. Hal ini sama dengan masyarakat di India dan Filipina

Pembahasan:

Masyarakat Heterogen adalah masyarakat yang memiliki kebudayaan yang beragam karena adanya keberagaman suku bangsa. Contoh masyarakat heterogen terjadi di Indonesia. Di Indonesia terdapat banyak sekali keberagaman budaya, seperti halnya budaya di Bali akan berbeda dengan budaya di Aceh. Di Bali akan merayakan hari raya Nyepi. Sedangkan di Aceh masih kental dengan budaya Islamnya sehingga selalu merayakan budaya-budaya keislaman.

Sedangkan masyarakat homogen adalah masyarakat yang hanya memiliki sedikit keberagaman kebudayaan, karena sedikitnya suku bangsa di negara tersebut. Sebagai contoh negara homogen adalah Jepang. Dalam sejarah, antara tahun 1639-1853 Jepang menutup perbatasannya dari pengaruh asing dengan pengecualian pedagang China dan Belanda yang datang ke kota pelabuhan Yokohama dan Nagasaki. Hal ini dapat terlibat bahwa Jepang susah menerima pengaruh budaya asing dan di Jepang orang berdarah campuran sering kali dikucilkan. Orang berdarah campuran yang terlihat asing diperlakukan sebagai orang asing, meski mereka adalah warga negara Jepang.

Check Also

persoalan apa yang diteliti oleh penulis dalam karya ilmiah?

Persoalan yang diteliti oleh penulis dalam karya ilmiah adalah hal yang berkaitan dengan makhluk hidup, …