Faktor penyebab seringnya pergantian kabinet pada masa demokrasi parlementer adalah

Faktor penyebab seringnya pergantian kabinet pada masa demokrasi parlementer adalah

Jawaban

Faktor penyebab sering terjadinya pergantian kabinet adalah karena pada masa ini Indonesia menggunakan sistem multipartai. Yang berimbas partai politik saling beradu kepentingan dan juga persaingan antargolongan yang membuat para anggota partai mementingkan partainya masing-masing.

Pembahasan

Pada kurun waktu ini sering terjadi pergantian kabinet dan perdana menteri yang berbeda-beda. Berikut merupakan kabinet pada masa demokrasi parlementer :

  1. Kabinet Natsir (6 September 1950-27 April 1951
  2. Kabinet Sukiman Suwirjo (27 April 1951-3 April 1952)
  3. Kabinet Wilopo (3 April 1952-3 Juni 1953
  4. Kabinet Ali Sastroamijoyo (13 Juli 1953-24 Juli 1955)
  5. Kabinet Burhanuddin Harahap (12 Agustus 1955-3 Maret 1956
  6. Kabinet Ali Sastroamijoyo II (24 Maret 1956-14 Maret 1957
  7. Kabinet Djuanda (9 April 1957-10 Juli 1959)

Faktor penyebab sering terjadinya pergantian kabinet adalah karena pada masa ini Indonesia menggunakan sistem multipartai. Yang berimbas partai politik saling beradu kepentingan dan juga persaingan antargolongan yang membuat para anggota partai mementingkan partainya masing-masing. Kabinet sering jatuh akibat mendapatkan mosi tidak percaya dari kelompok oposisi yang kuat. Masing-masing dari kelompok kabinet juga tidak dapat menjalankan program mereka dengan baik. Dampak dari pergantian kabinet inipun menimbulkan daerah sering terabaikan, pemilu 1955 sempat terhambat, keluarnya dekrit presiden 5 Juli 1959.

Check Also

Kongres pemuda Indonesia dipelopori oleh gerakan?

Kongres pemuda Indonesia dipelopori oleh gerakan? Jawaban Kongres Pemuda Indonesia dipelopori oleh gerakan Perhimpunan Pelajar-Pelajar …