Kisah keteladanan Ashabul Kahfi yang terdapat dalam Al-Qur’an

Kisah keteladanan Ashabul Kahfi yang terdapat dalam Al-Qur’an

Jawaban

Kisah Ashabul Kahfi yang bisa dijadikan teladan adalah:

  1. Bersyukur kepada Allah dengan mengucap Alhamdulillah.
  2. Pemecahan masalah yang terkandung dalam  ayat 1 adalah bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk yang sederhana dan sempurna, dan ukuran kebenaran kitab suci yang diturunkan sebelumnya.
  3. Tuntunan Al-Qur’an dekat dengan jati diri manusia.
  4. Hakikat jiwa manusia adalah suci, mulia dan tinggi, serta tidak dikhususkan untuk kehidupan duniawi yang lebih rendah sebagai mana tercantum dalam ayat 7 dan 8.
  5. Anjuran untuk mengakhiri sebuah diskusi yang tidak baik dan jauh dari bukti yang kuat.
  6. Tidak terlena dengan kenikmatan sesaat.

Pembahasan

Al-Qur’an berisi kisah tentang kebijaksanaan yang agung. Di antara mereka adalah penghuni gua (Ashabul Kahfi). Firman Allah SWT tidak mencantumkan dimana tempat dan kapan peristiwa itu disebutkan, kisah itu benar-benar terjadi. Sejarawan yang mempelajarinya sering merujuk pada konteks sejarah penduduk Upsus. Ephesus adalah nama sebuah kota kuno di pantai barat Turki, sekitar 3 km dari provinsi Izmir, Turki. Ashabul Kahfi mengacu pada tujuh pemuda yang tidur di gua selama ratusan tahun, yaitu Syamsiah dalam 300 tahun atau Qamariah pada 309, dengan izin Allah SWT.

Kisah Ashabul Kahfi merupakan salah satu bentuk bukti kebesaran Allah SWT. Tentu saja, menurut logika manusia,  kejadian seperti itu tidak mungkin terjadi. Lebih jelasnya akan dijelaskan pada poin-poin berikut:

  1. Di masa lalu, dikatakan bahwa seorang raja kafir Romawi bernama Dikiyanus menyerbu kota Efesus. Akibatnya, kekuasaan bergeser dengan keras di antara mereka. Secara otomatis, orang harus mengikuti aturan yang mereka tetapkan, baik  positif maupun negatif. Ada masa kekuasaan, tentu ada orang yang setuju atau tidak setuju dengan berbagai kebijakan mereka, termasuk Ashabul Kahfi. Akibatnya, mereka harus dengan mati-matian menolak dipaksa mengikuti ajarannya. Akhirnya mereka menemukan sebuah gua dan memasukinya sebagai tempat berteduh.
  2. Ashabul kahfi dikatakan terdiri dari tujuh orang pemuda bernama Kastanus, Martinus, Maxalmena, Danimus, Bairunus, Thamlika dan Yathbunus. Kisah tujuh pemuda ini tertuang dalam surat Al Kahfi ayat 10-11 yang  berisi tentang hakikat pemuda mengungsi ke gua.

Check Also

Jelaskan tentang jenis usaha persekutuan komanditer atau CV!

Jelaskan tentang jenis usaha persekutuan komanditer atau CV! Jawaban Persekutan komanditer atau CV adalah salah satu bentuk dari …