Bila sel darah merah (eritrosit) dimasukkan ke dalam larutan hipertonik, maka sel akan mengalami?

Bila sel darah merah (eritrosit) dimasukkan ke dalam larutan hipertonik, maka sel akan mengalami?

Jawaban

Sel sel darah merah (eritrosit) apabila dimasukkan kedalam larutan yang bersifat hipertonik, akan mengakibatkan sel darah merah tersebut mengalami pengkerutan atau krenasi.

Pembahasan

Yang perlu dipahami disini adalah osmolaritas. Osmolaritas merupakan sebuah ukuran yang menggambarkan konsentrasi dari suatu larutan.

konsentrasi larutan adalah perbandingan antara zat pelarut dan zat terlaurt, sehingga jika zat pelarutnya tinggi maka konsentrasinya larutan tersebut rendah.

Suatu larutan dikatakan memiliki osmolaritas yang tinggi apabila larutan tersebut memiliki konsentrasi yang tinggi, begitu pun sebaliknya yang disebut osmolaritas rendah adalah larutan yang konsentrasinya rendah.

Dengan adanya osmolaritas, maka ada yang disebut sebagai osmosis. Osmosis adalah pergerakan dari zat pelarut (contohnya air) dari yang konsentrasi larutannya rendah ke yang konsentrasinya tinggi. Fungsi osmosis pada intinya yaitu menyamakan osmolaritas kedua larutan.

Apabila sel darah merah diletakkan dalam larutan yang hipotonik (konsentrasi larutannya lebih rendah dibanding konsentrasi di dalam sel darah), maka zat pelarut dari luar sel akan masuk ke dalam sel sehingga sel mengalami pengembungan hingga akhirnya sel darah tersebut dapat pecah atau lisis.

Apabila sel darah merah diletakkan dalam larutan yang hipertonik (konsentrasi larutannya lebih tinggi dibanding konsentrasi di dalam sel darah), maka zat pelarut dari dalam sel akan keluar sehingga sel mengalami pengkerutan atau krenasi.

Check Also

Pada tanggal 28 oktober 1928 peserta kongres pemuda mengucapkan ikrar

Pada tanggal 28 oktober 1928 peserta kongres pemuda mengucapkan ikrar Jawaban Kongres pemuda yang dilaksanakan pada …