Apa perbedaan akad musyarkah dengan musyarakah mutanaqisah?

Apa perbedaan akad musyarkah dengan musyarakah mutanaqisah?

Jawaban

Yang menjadi perbedaan dari akad musyarakah dengan musyarakah mutanaqisah adalah kalau akad musyarakah adalah suatu hubungan kerjasama antara dua pihak yang saling memberikan kontribusi yang berupa dana untuk membangun sebuah usaha, dengan keuntungan dan resiko yang akan ditanggung secara bersama – sama sesuai dengan kesepakatan awal. Sedangkan akad musyarakah mutanaqisah adalah suatu hubungan kerjasama dari beberapa pihak terhadap suatu kepemilikan aset tetapi dengan jumlah besaran keuntungan yang berbeda – beda antara yang satu dengan yang lainnya. Hal ini disebabkan oleh diperbolehkannya kepemilikan aset yang lebih besar dari pihak yang lain sehingga nilai keuntungan yang akan didapatkan juga lebih besar.

Pembahasan

Pengertian dari musyarakah mutanaqishah adalah musyarakah atau syirkah yang dimana kepemilikan dari aset (barang) atau modal salah satu pihak (syarik) dapat berkurang yang disebabkan oleh pembelian yang dilakukan secara bertahap oleh pihak lainnya.

Musyarakah mutanaqishah dapat diterapkan sebagai suatu produk pembiayaan dalam bank syariah yang berdasarkan pada suatu prinsip syirkah i’nan. Yang dimana porsi modal (hishshah) salah satu syarik (mitra) yakni bank berkurang yang disebabkan oleh pembelian atau pengalihan komersial secara bertahap (naqlul hishshah bil’iwadh mutanaqishah) kepada syarik (mitra) yang lainnya yakni nasabah.

Pengertian dari musyarakah adalah suatu sistem kerjasama antara dua pihak untuk membangun sebuah usaha. Yang dimana nantinya, keuntungan yang diperoleh tersebut merupakan hasil dari kesepakatan bersama. Musyarakah adalah salah satu bentuk kerjasama ekonomi yang dianjurkan dalam agama Islam.

Prinsip musyarakah adalah suatu bentuk umum dari usaha bagi hasil yang dimana dua orang atau lebih dapat menyumbangkan pembiayaan dalam melakukan suatu usaha, dengan proporsi pembagian profit. Adapun keuntungannya dibagi sesuai dengan kesepakatan antara para mitra, dan kerugian akan dibagikan menurut proporsi modal.