Menurut peraturan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) No. 56/POJK.03/2016 batas maksimum kepemilikan saham pada Bank berdasarkan apa? Analisis berapa maksimum yang ditetapkan untuk kepemilikan sahamnya?

Menurut peraturan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) No. 56/POJK.03/2016 batas maksimum kepemilikan saham pada Bank berdasarkan apa? Analisis berapa maksimum yang ditetapkan untuk kepemilikan sahamnya?

Jawaban

Batas maksimum kepemilikan saham pada bank berdasarkan kategori pemegang saham dan keterkaitan antar pemegang saham.

Pembahasan

Dalam Peraturan OJK No. 56/POJK.03/2016 Pasal 2 ayat (1) dijelaskan bahwa dalam rangka penataan struktur kepemilikan, OJK menetapkan batas maksimum kepemilikan saham pada Bank berdasarkan:

(a) kategori pemegang saham,

(b) keterkaitan antar pemegang saham dengan syarat sebagai berikut :

– adanya hubungan kepemilikan

– adanya hubungan keluarga sampai derajat kedua dan/atau

– adanya kerjasama/tindakan yang sejalan untuk mencapai tujuan

bersama dalam mengendalikan bank dengan/tanpa perjanjian

tertulis

Pasal 2 ayat (2) menjelaskan batas maksimum kepemilikan saham pada Bank bagi setiap kategori pemegang saham antara lain:

(a) 40% dari modal bank, untuk kategori badan hukum lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan bukan bank

(b) 30% dari modal bank, untuk kategori badan hukum bukan lembaga keuangan

(c) 20% dari modal bank, untuk kategori pemegang saham perorangan. Sementara untuk kepemilikan pada bank umum syariah adalah sebesar 25% dari modal bank.

Kriteria lembaga keuangan bukan bank (LKBB):

(a) dalam pendiriannya sesuai perpu dimungkinkan melakukan kegiatan penyertaan dalam jangka panjang

(b) diawasi dan diatur oleh OJK

Jika LKBB tidak memenuhi kriteria diatas, diperlakukan sebagai badan hukum bukan lembaga keuangan yang batas maksimum kepemilikan saham adalah sebesar 30% dari modal bank.

Sementara batas maksimum kepemilikan saham pada bank tidak berlaku bagi pemerintah pusat dan lembaga yang memiliki fungsi melakukan penanganan bank.