Teknik atau pendekatan yang dapat digunakan untuk menangani anak tuna laras yaitu dengan perawatan obat dan modifikasi perilaku. Jelaskan masing-masing Teknik pendekatan tersebut! Manakah teknik atau pendekatan yang paling tepat diterapkan pada anak tuna laras dan berikan alasannya!

Teknik atau pendekatan yang dapat digunakan untuk menangani anak tuna laras yaitu dengan perawatan obat dan modifikasi perilaku. Jelaskan masing-masing Teknik pendekatan tersebut! Manakah teknik atau pendekatan yang paling tepat diterapkan pada anak tuna laras dan berikan alasannya!

Jawaban

Teknik Desensitisasi Sistematik, Desentisasi sistematik merupakan suatu teknik yang poly dipakai pada terapi tingkah laris , teknik ini dipakai buat menghapus tingkah laris yang diperkuat secara negatif, & menyertakan pemunculan tingkah laris atau respon yang antagonis menggunakan tingkah laris yang hendak dihapuskan itu.

Pembahasan

Menurut ketentuan yang ditetapkan pada Undang-Undang Pokok Pendidikan No.12 Tahun 1952, anak tunalaras merupakan individu yang memiliki tingkah laris menyimpang/berkelainan, mempunyai sikap, melakukan pelanggaran terhadap peraturan & kebiasaan-kebiasaan sosial menggunakan frekuensi yang relatif besar, kurang memiliki toleransi terhadap grup & orang lain, dan gampang terpengaruh sang suasana, sebagai akibatnya menciptakan kesulitan bagi diri sendiri juga orang lain.

Teknik-teknik Terapi Tingkah Laku

a. Teknik Desensitisasi Sistematik

Desentisasi sistematik merupakan suatu teknik yang poly dipakai pada terapi tingkah laris , teknik ini dipakai buat menghapus tingkah laris yang diperkuat secara negatif, & menyertakan pemunculan tingkah laris atau respon yg antagonis menggunakan tingkah laris yang hendak dihapuskan itu. Desensitisasi diarahkan pada mengajar klien buat menampilkan suatu respon yang nir konsisten menggunakan kecemasan. Teknik ini dikembangkan sang Wolve yg berargumen bahwa segenap tingkah laris neurotik merupakan ungkapan berdasarkan kecemasan & bahwa respon kecemasan sanggup dihapus sang inovasi respon-respon yg secara melekat antagonis menggunakan respon tadi. Dengan pengkondisian klasik, kekuatan stimulus penghasilan kecemasan sanggup dilemahkan & segala kecemasan sanggup dikendalikan & dihapus melalui pergantian stimulus, Gerald Corey (Nafsiah Ibrahim, 1996:118)

Desensitisasi juga melibatkan teknik-teknik relaksasi. Klien dilatih kalem & mengasosiasikan keadaan kalem menggunakan pengalaman-pengalaman pembangkit kecemasan yang dibayangkan atau dievaluasi (Nafsiah Ibrahim, 1995:118).

b. Teknik Inplosif & Pembanjiran

Teknik yang dikembangkan oleh Stamfel diklaim terapi inplosif. Terapi inplosif berasumsi bahwa tingkah laris neurotik melibatkan penghindaran terkondisi atas stimulus penghasilan kecemasan, Geald Corey (Nafsiah Ibrahim, 1996:118). Teknik ini berlandasakan pada kerangka berpikir penghapusan eksperimental. Teknik ini terdiri atas pemunculan stimulus pada syarat berulang-ulang tanpa menaruh penguatan. Tenik pembanjiran tidak memakai agen pengkondisian kembali walaupun strata kecemasan. Terapis memunculkan stimulus-stimulus pembuat kecemasan yang berulang- ulang pada satu rangkaian seting terapi dimana konsekwensi-konsekwensi yang dibutuhkan & menyeramkan nir ada, stimulus yang mengancam, kehilangan daya membuat kecemasannya & neurotikpun terhapus.

c. Teknik Latihan Asertif

Teknik ini diterapkan dalam individu yang mengalami kesulitan mendapat fenomena bahwa menegaskan diri merupakan tindakan  yang layak benar. Latihan atau teknik ini membantu orang yang :

  • Tidak sanggup membicarakan kemarahan atau perasaan tersinggung
  • Memiliki kesulitan buat mengungkapkan dan bentuk lainnya.

d. Teknik Aversi (Hukuman)

Teknik ini paling kontroversial yang dipakai sang para behavioris, meskipun secara luas dipakai buat mengganti tingkah laris maladapted pada tingkah laris yang diinginkan. Dalam seting formal teknik ini umumnya dipakai buat pemakai narkoba, peminum alkohol, perokok keras. Anak nir tidak boleh merokok & meminum minuman yang telah diberi ramuan yg menciptakan mual & membuatnya muntah. Lantaran mengakibatkan rasa tidak enak, usang  -usang  hasrat buat merokok & meminum alkohol akan berkurang & hilang.

e. Teknik Pengkondisian Peran

Menurut Skinner (Nafsiah Ibrahim, 1996:121),  apabila suatu tingkah laris diganjar kemungkinan ada balik tingkah laris tadi akan tinggi. Prinsip perkuatan yang memperlihatkan pembentukan, pemeliharaan atau penghapusan pola-pola tingkah laris , adalah inti berdasarkan pengkondisian peran.