Jika menahan napas, maka keinginan bernapas menjadi tidak terkendali. Hal ini disebabkan karena?

Jika menahan napas, maka keinginan bernapas menjadi tidak terkendali. Hal ini disebabkan karena?

Jawaban

Saat menahan nafas, kadar oksigen dalam tubuh akan menurun sedangkan kadar karbondioksida akan meningkat secara perlahan. Karbon dioksida yang tinggi akan memicu otak bereaksi dan meningkatkan keinginan untuk bernafas. Ini diakibatkan karena reaksi tersebut membuat kita merasakan nyeri atau sensasi terbakar didalam tubuh.  Dapat disimpulkan bahwa semakin lama menahan nafas, otot disekitar diafragma akan berkontraksi atau menegang dan memaksa kita untuk bernafas yang dikarenakan perasaan sesak yang mencekik pada tubuh.

Penjelasan

Untuk menyelesaikan soal diatas, kita perlu mengetahui bagaimana sistem pernapasan manusia terjadi. Jadi, pada manusia organ pernapasan utamanya adalah paru-paru (pulmo) yang dibantu dengan alat-alat pernapasan yang lain seperti:

  • Rongga hidung

Merupakan tempat paling awal dimasuki udara saat bernafas. Didalam hidung juga terdapat selaput lendir yang berguna untuk menyaring debu dan kotoran pada rambut hidung.

  • Faring

Setelah rongga hidung, maka udara akan masuk kedalam faring (rongga tekak)

  • Laring

Setelah melalui faring dan terdapat selaput suara untuk mengatur tinggi rendah nada suara

  • Trakea

Trakea terletak didaerah leher didepan kerongkongan dan merupakan pipa yang terdiri dari gelang tulang rawan

  • Bronkus dan paru-paru

Paru-paru terletak didalam rongga dada di kanan dan kiri jantung. Didalam paru-paru terdapat bronkus dan cabang bronkus disebut bronkiolus.

  • Alveolus

Pada bronkiolus terdapat gelembung-gelembung yang dinamakan alveolus. Dan pada alveolus terdapat pembuluh kapiler tempat terjadinya difusi oksigen dan karbondioksida

Berdasarkan sistem pernapasan yang dijelaskan, terdapat bahaya jika kita mencoba untuk menahan nafas terutama bagi pemula dengan waktu yang lama. Hal ini dikarenakan, saat menahan nafas, kadar oksigen dalam tubuh akan menurun sedangkan kadar karbondioksida akan meningkat secara perlahan. Karbon dioksida yang tinggi akan memicu otak bereaksi dan meningkatkan keinginan untuk bernafas. Ini diakibatkan karena reaksi tersebut membuat kita merasakan nyeri atau sensasi terbakar didalam tubuh.  Dapat disimpulkan bahwa semakin lama menahan nafas, otot disekitar diafragma akan berkontraksi atau menegang dan memaksa kita untuk bernafas yang dikarenakan perasaan sesak yang mencekik pada tubuh.