Latar belakang dirumuskannya matan keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah adalah

Latar belakang dirumuskannya matan keyakinan dan cita-cita hidup Muhammadiyah adalah

Jawaban

Latar belakang dirumuskannya matan keyakinan dan cita-cita hidup muhammadiyah adalah berkembangnya pemikiran mengenai ideologi Muhammadiyah yang muncul pada tahun 1960-an.  Hal ini muncul pemikiran untuk melakukan pembaruan kembali (re-tajdid) di lingkungan Muhammadiyah, khususnya dalam bidang ideologi.

Pembahasan

MKCHM berisi lima pokok pikiran yang terbagi dalam tiga kelompok; kelompok persoalan ideologis, kelompok paham agama, dan persoalan mengenai fungsi dan misi Muhammadiyah dalam NRI.  Berikut Isi Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah:

1. Muhammadiyah adalah gerakan Islam dan dakwah amar ma’ruf nahi munkar, berakidah Islam, dan bersumber pada al-Qur’an dan as-Sunnah, bercita-cita dan bekerja untuk terwujudnya masyarakat Islam  yang sebenar-benarnya, untuk malaksanakan fungsi dan misi manusia sebagai hamba dan khalifah Allah di muka bumi.

2.  Muhammadiyah berkeyakinan bahwa Islam adalah agama Allah yang diwahyukan kepada Rasul-Nya, sejak Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan seterusnya sampai kepada Nabi penutup Muhammad SAW, sebagai hidayah dan rahmat Allah kepada umat manusia sepanjang masa dan menjamin kesejahteraan hidup materil dan spiritual, duniawi dan ukhrawi.

3.  Muhammadiyah dalam mengamalkan Islam berdasarkan Al-Qur’an: Kitab Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW, Sunnah Rasul: Penjelasan dan pelaksanaan ajaran-ajaran al-Qur’an yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW dengan menggunakan akal pikiran sesuai dengan jiwa ajaran Islam.

4.  Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya ajaran-ajaran Islam yang meliputi bidang akidah, akhlak, ibadah, dan mu’amalah duniawiyah

5. Muhammadiyah mengajak segenap lapisan bangsa Indonesia yang telah mendapat karunia Allah berupa tanah air yang mempunyal sumber-sumber kekayaan, kemerdekaan bangsa dan negara Republik Indonesia yang berdasar pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, untuk berusaha bersama-sama menjadikan suatu negara yang adil, makmur dan diridhoi Allah SWT: Baldatun Thayyiba Tun wa Rabbun

Check Also

Bagaimana unsur kebahasaan dalam karya ilmiah?

Unsur kebahasaan dalam karya ilmiah adalah 1) menggunakan kata ganti impersonal, 2) menggunakan kalimat pasif, …