Apabila orang yang melakukan akad nikah adalah bisu, Ia boleh melakukan akad melalui?

Apabila orang yang melakukan akad nikah adalah bisu, Ia boleh melakukan akad melalui?

Jawaban

Apabila orang yang melakukan akad nikah adalah orang bisu. Ia boleh melakukan akad, Melalui bahasa isyarat namun apabila isyarat kurang jelas maka bisa melalui tulisan.

Pembahasan

Rukun pernikahan meliputi persetujuan dan penerimaan. Ijab qobul merupakan  akad nikah dan salah satu rukun nikah yang harus dilaksanakan bagi semua pasangan yang secara sah menjadi suami istri. Ijab adalah ucapan wali pengantin wanita untuk pengantin pria, dan Kabul adalah ucapan pengantin pria.

Disini saya akan menjelaskan bahwa salah satu syarat akad nikah adalah ijab kabul yang harus berupa pernyataan yang jelas. Tapi bagaimana dengan orang bisu yang setuju dengan Qabul? Seperti yang dijelaskan jika gerakannya tidak shari ? jika gerakannya shari  (jelas) ?, Anda perlu tahu cara menyetujui orang yang diam dalam perjanjian pranikah. Kinaya harus mewakili jika dia masih bisa mewakili, dan jika dia tidak bisa, dia bisa memberikan persetujuan tertulis untuk gerak tubuh atau keadaan darurat Kinaya.

Tidak hanya itu,  jika salah satu pihak tidak memahami isyarat tersebut, maka ijab qabul tidak sah karena orang yang menjalankan ijab qabul hanya berdiri di antara keduanya yang terlibat.

Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui. Teks, seperti gerakan bisu dan  penjelasan verbal, berbeda dengan penjelasan verbal. Imam Ashafi mengatakan bahwa gerakan dan kitab suci adalah sama dalam berbagai masalah hukum seperti  wasiat, pernikahan, perceraian, jual beli, dan qisas.

Check Also

Bagaimana unsur kebahasaan dalam karya ilmiah?

Unsur kebahasaan dalam karya ilmiah adalah 1) menggunakan kata ganti impersonal, 2) menggunakan kalimat pasif, …