Proses pembelajaran Matematika tidak akan pernah terlepas dari landasan aliran psikologi pendidikan maupun aliran filsafat, benarkah demikian berikan contoh konkretnya​

Proses pembelajaran Matematika tidak akan pernah terlepas dari landasan aliran psikologi pendidikan maupun aliran filsafat, benarkah demikian berikan contoh konkretnya​

Jawaban

Berdasarkan soal di atas, pembelajaran matematika tidak pernah lepas dari landasan aliran psikologi pendidikan dan filsafat adalah benarContoh konkretnya ialah saat penyusunan jadwal belajar.

Pembahasan

Matematika dan psikologi tidak dapat dipisahkan satu sama lain, karena antara matematika dengan psikologi memiliki hubungan timbal balik. Matematika sebagai salah satu disiplin ilmu bertujuan memberikan bimbingan hidup manusia sejak ia lahir sampai mati. Matematika tidak akan berhasil dengan baik apabila tidak diikuti dengan psikologi.

Contoh konkretnya ialah ketika melakukan penyusunan jadwal pelajaran, maka diperlukan pengetahuan psikologi pendidikan, dimana tingkat kesulitan setiap mata pelajaran ialah berbeda-beda. Supaya seluruh materi pelajaran dapat diterima dengan baik oleh siswa, langkah yang tepat ialah dengan mempertimbangkan tingkat kesukarannya berdasarkan urutan maupun waktunya. Ambil contoh ialah mata pelajaran matematika dapat ditempatkan pada jam pertama/ awal agar siswa dapat menerima dengan baik karena membutuhkan konsentrasi tinggi, sedangkan mata pelajaran seni ditempatkan pada jam terakhir untuk meningkatkan gairah belajar dan kreativitas siswa yang sudah lelah karena materi pelajaran sebelumnya.

Matematika juga tidak lepas dari filsafat karena landasan aksiologis filsafat sistem pendidikan nasional memiliki manfaat untuk menganalisis bagian dari penerapan teori-teori pendidikan yang terkait dengan tujuan pendidikan itu sendiri.

Contoh konkretnya ialah dengan mengintegrasikan matematika yang apabila diartikan bukan untuk dihapuskan, maka dapat dibenarkan. Meminimalisir dalam artian mengurangi jumlah jam untuk pelajaran kognitif cukup diperlukan agar siswa dapat membentuk pribadi yang berkemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif. Konsekuensinya ialah perlu adanya penyusunan ulang silabus, buku ajar, dan dokumen kurikulum (struktur kurikulum, standar kompetensi lulusan, kompetensi inti, kompetensi dasar, dan pedoman) yang konsisten.

Check Also

Apa yang membedakan rasul dengan manusia biasa?

Apa yang membedakan rasul dengan manusia biasa?

Apa yang membedakan rasul dengan manusia biasa? Jawaban yang benar adalah Rasul mendapatkan mukjizat dan …