Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bencana gempa bumi

Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bencana gempa bumi

Gempa bumi merupakan salah satu kejadian alam yang dikategorikan sebagai bencana. Gempa dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa adanya pertanda. Gempa bumi seringkali menimbulkan kerusakan-kerusakan dan korban-korban. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi risiko gempa bumi yaitu,

  1. Membangun tempat tinggal yang tahan gempa.
  2. Membuat zonasi daerah rawan bencana gempa bumi.
  3. Mengerti dan paham bagaimana cara mengevakuasi diri
  4. Memahami status peringatan dini.
  5. mengembangkan sistem pemantau.

Pembahasan

Gempa bumi adalah salah satu kejadian alam yang dapat dikategorikan sebagai bencana alam. Bencana ini terjadi pada saat bumi mengalami pergerakan. Gempa bumi dapat terjadi karena adanya lempeng-lempeng bumi yang bergerak biasa disebut dengan gempa tektonik dan juga gempa yang diakibatkan oleh aktivitas gunung berapi atau gempa vulkanik.

Gempa sering kali menimbulkan kerugian-kerugian bagi manusia, seperti membuat rumah menjadi rusak, munculnya korban jiwa dan korban yang terluka akibat reruntuhan dan lain sebagainya. Untuk mengurangi risiko yang diakibatkan oleh gempa bumi kita dapat melakukan upaya mitigasi.

Upaya mitigasi yang perlu dilakukan dalam menghadapi gempa bumi adalah

  1. Membangun tempat tinggal yang tahan oleh gempa. Bangunan yang didirikan di lokasi yang rawan terjadi gempa dapat dibangun seperti model bangunan yang ada di Jepang. Pada saat terjadi gempa, bangunan akan bergoyang mengikuti getaran gempa sehingga meminimalisir bangunan runtuh.
  2. Membuat zonasi daerah rawan bencana gempa bumi. pembuatan peta ini dilakukan untuk menentukan daerah mana saja yang berpotensi akan terjadi gempa sehingga dapat merencanakan langkah-langkah dalam menghadapi gempa. Selain itu juga dapat digunakan untuk menentukan tata letak pemukiman agar terbebas dari daerah rawan bencana.
  3. Mengerti dan paham bagaimana cara mengevakuasi diri. Cara evakuasi atau cara menyelamatkan diri perlu diketahui agar tidak menimbulkan korban jiwa. Jalur evakuasi yang ada, titik kumpul dan tempat pengungsian. Selain itu perlu juga dipersiapkan perlengkapan-perlengkapan yang diperlukan pada saat keadaan darurat seperti obat-obatan, makanan instan dan minuman, berkas penting, pakaian ganti, dan hal-hal yang diperlukan pada saat masa-masa darurat.
  4. Memahami status peringatan dini. Peringatan dini yang diberikan oleh BMKG perlu dipahami pada saat darurat. Hal ini dilakukan agar kita dapat segera melakukan evakuasi menuju tempat yang lebih aman.
  5. Mengembangkan sistem pemantau. Sistem pemantau ini perlu dibuat agar masyarakat mengetahui kondisi yang terjadi. Apakah gempa yang ada berpotensi menimbulkan gelombang tsunami atau tidak.

Check Also

Dalam satu kali perkawinan, ikan cupang bisa menghasilkan hingga

Dalam satu kali perkawinan, ikan cupang bisa menghasilkan hingga

Dalam satu kali perkawinan, ikan cupang bisa menghasilkan hingga Jawaban yang benar adalah 1.000 butir …