Mengapa hasil perjanjian Renville membuka peluang Kartosoewirjo mewujudkan cita citanya?

Mengapa hasil perjanjian Renville membuka peluang Kartosoewirjo mewujudkan cita citanya?

Jawaban

Hasil perjanjian renville membuka peluang Kartosoewirjo mewujudkan cita citanya dikarenakan salah satu perjanjian renville ialah harus pindahnya pasukan RI ke daerah yang dikuasai RI. Akan tetapi laskar bersenjata Hizbullah dan Sabilillah milik Kartosoewirjo yang telah berada di Jawa Barat tidak ingin pindah dan malah membentuk tentara Islam Indonesia.

Pembahasan

Hasil Perjanjian Renville pada tanggal 17 Januari 1948 menjadi salah satu motif munculnya gerakan Darul Islam. Kelompok Islam (Darul Islam) tidak puas dengan hasil perundingan tersebut sehingga memicu perang saudara dengan kelompok nasionalis. Pada tahun 1948, dua tokoh dari dua kelompok Islam di Jawa Barat yakni Raden Oni Syahroni, Laskar Sabilillah sekaligus Pendiri Institut Suffah, bertemu S. M. Kartosuwiryo untuk membahas kekecewaan terhadap Perjanjian Renville ini dan dampaknya terhadap keamanan rakyat Jawa Barat. Kecemasan itu beralasan karena Divisi Siliwangi Jawa Barat berpindah menuju Yogyakarta.

Pertemuan tokoh-tokoh pejuang Islam tersebut menghasilkan suatu keputusan yakni Sabilillah dan Hizbullah menolak adanya perintah pengosongan. Anggota atau pasukan Sabilillah dan Hizbullah yang ikut pindah maka akan dilakukan pelucutan senjata. Hal ini akan dilakukan dengan kekerasan maupun secara damai (Ruslan, 2008:34). mbentukan Negara Islam Indonesia ini sangat diinginkan oleh Kartosuwiryo dan pengikutnya. Untuk memenuhi keinginan tersebut, Kartosuwiryo menyusun berbagai rencana. Pada tanggal 1-2 Maret 1948 di daerah Cirebon diadakan konferensi lanjutan. Kartosuwiryo dan pengikutnya mendesak Pemerintah Republik Indonesia agar membatalkan semua perundingan dengan Belanda.